Selasa, 17 April 2012

Oreza Serum Ternak Ruminansia


Oreza Serum Ternak Ruminansia

Oreza serum ternak Ruminansia merupakan perpaduan nutrisi dan enzim yang di formulasi menyerupai Saliva. Saliva ialah air liur yang dikeluarkan oleh kelenjar Saliva pada ternak ruminansia untuk membantu proses pencernaan. Pada ternak ruminansia Saliva dihasilkan secara continue, pada sapi antara 75 liter sampai 125 liter sehari, pada domba dan kambing antara 5 liter sampai 15 liter sehari.  Dalam saliva ruminansia banyak mengandung persenyawaan buffer baik dalam bentuk bikarbonat maupun phosphate. Saliva pada ruminansia bersifat alkalis  dan mempunyai sifat buffer yang baik.
Dengan menduplikasi unsur dan persenyawaan enzim pada Saliva, Oreza serum ternak Ruminansia, mampu menggantikan fungsi dari saliva tersebut, sehingga Oreza serum mempunyai fungsi sbb:
1.     Melunakan ransum agar mudah ditelan, dan mempermudah terbentuknya bolus.
2.     Membasahkan ransum agar mastikasi dan penelanan mudah dilaksanakan, dan melarutkan beberapa zat makanan sehingga rangsangan terhadap receptor pengecap terjadi dengan baik.
3.     Sebagai medium untuk pertumbuhan dan aktifitas bakteri dalam rumen.
4.     Menetralkan asam – asam organik yang dibentuk oleh mikroba baik dalam fermentasi pakan maupun fermentasi pada rumen, mencegah terjadinya buih pada isi rumen.
5.     Melarutkan beberapa zat makanan sehingga dapat dideteksi oleh indra pengecap.
6.     Mensuplai nutrisi untuk mikroba rumen.
7.     Mengontrol PH rumen karena mengandung alkali.
Cara aplikasi:
1.     Larutkan [3 -5 tutup] Oreza serum ternak Ruminansia kedalam [5 – 10 liter air bersih]. Hal ini tergantung dari jenis ransum yang akan diberikan. Jika ransum berupa jerami kering dan sejenisnya, lebih membutuhkan air, lebih banyak. Sedangkan jika ransum dalam kondisi basah, membutuhkan air lebih sedikit.
2.     Percikan air untuk melembabkan pakan agar sapi tidak mudah tersedak, dan melunakkan serat kasar pakan.
3.     Pembasahan ini dapat diberikan sebelum pakan disediakan di palungan, agar jerami kering lebih lunak dan mudah dicerna. Untuk pakan berupa onggok kering atau kulit singkong pembasahan dapat dilakukan di palungan bersamaan dengan pemberian pakan.
4.     Setelah pakan dibasahi dengan larutan Oreza serum ternak Ruminansia, Oreza Nutrien ternak ruminansia  dapat ditaburkan sesuai dosis anjuran sebagai bibit bakteri inokulasi dari bakteri dari rumen kerbau, hal ini bertujuan untuk memberikan media tumbuh dan beraktifitasnya bakteri tersebut sebelum masuk ke rumen sapi, kambing, domba, dan ternak ruminansia lainya.
5.     Bakteri yang ditanamkan pada Oreza Nutrient ternak Ruminansia di isolate dalam bentuk kista sehingga dapat ditanam dalam media padat dan lembap, agar mudah di transfer ke hewan lainya yang memiliki pencernaan ruminansia.
6.     Setelah mencapai kondisi yang sesuai baik suhu dan kelembapan yang memungkinkan bakteri tersebut dapat tumbuh dan melakukan aktifitas seperti pada pencernaan kerbau, maka keunggulan bakteri ini akan mampu mencerna serat kasar mutu rendah menjadi nutrisi yang mampu dicerna oleh alat pencernaan sapi, kambing, domba, dan ternak ruminansia lainya.
7.     Pemberdayaan teknologi inokulasi ini memungkinkan kita dapat menganekaragamkan sumber pakan potensial yang selama ini belum dimanfaatkan sebagai pakan ternak (daun tebu, daun kakao kering, jerami padi, sekam padi, kulit singkong, janggel jagung, tebon kering, dan potensi lainya yang masih berlimpah untuk dapat dijadikan sumber pakan alternatif. Dengan pemanfaatan teknologi ini swasembada daging di Indonesia dapat tecapai dengan mengangkat kearifan lokal sebagai sumber pakan alternatif tanpa harus tergantung potensi daerah lain sebagai sumber pakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar